Anak saya, Respati Ramadhan Agsa paling suka bermain mobil-mobilan beralaskan karpet. Karena seringnya dipakai bermain, karpet jadi berubah kusam, lusuh, kucel… Dan tentu saja…bau.
Saya sudah beberapa kali berusaha untuk menyingkirkan karpet kesayangan si endut ini, tapi selalu gagal. Tak ada alasan yang pas buat mengenyahkan karpet pink itu dari jangkauan ndut karena ditolak si Madhan. Kadang juga sampai teriak dan nangis agar karpetnya gak dibuang. Huh….gagal maning, gagal maning.
Sampai saatnya ada momen yang tepat. Tadi malam (26 september 2009) sekira jam 8 lebih sedikit, Madhan lagi masyuk bermain mobil-mobilan keluaran matel inc, ya pastilah di karpet kucel itu.
Tak sengaja, bocah kelas 1 SD itu mengotori karpet kumalnya. Kotoran itu kemudian dia bersihkan pakai tissue. Bukannya bersih, justru noda kotoran makin membuat karpetnya semakin jelek.
Saya pura-pura marah dan sejurus kemudian mengambil karpet, menggulungnya dan langsung saya buang ke tempat sampah. Anak saya terlihat tegar meski dengan suara agak bergetar mengatakan jika ia tidak mempermasalahkan tindakan saya.
“Saya tidak apa-apa kan bunda, saya tidak marah,aku lho kuat,aku lho gak nangis,” kata madhan kepada istri saya dengan suara bergetar menahan kesedihan.
Saya berusaha kuat dan tak mengubah pikiran saya, kendati istri saya membujuk saya agar tidak membuang karpet.
“Madhan kan punya karpet lagi, itu lho karpet yang dibelikan eyangti, eman-eman kan gak kepake,” kata saya kepada istri.
Dan…..esok pagi ketika bangun tidur, anak saya meminta bundanya agar dibelikan karpet kain yang hampir sama dengan karpet yang dibuang kemarin. Saya yang mendengar langsung dengan tegas mengatakan ‘tidak’.
Habis mandi, saya langsung menggelar karpet bercorak Thomas & Friends, pemberian eyang ti. Dan…syukurlah, madhan akhirnya mau juga bermain mobil-mobilan beralaskan karpet yang masih fresh itu. Huh….plong dan lega…
Maaf ya nak, bukannya ayah gak sayang Madhan tapi ayah gak suka main di tempat kotor. Ayah sayang Madhan.
Foto 1 : karpet pink itu…
Foto 2 : Mulai bermain di karpet baru













