Peringatan Hari Pahlawan beberapa tahun belakangan ini terlihat lebih semarak. Dulu, karnaval baru diadakan pada peringatan Hari Kartini atau saat peringatan Kemerdekaan. Tapi sekarang….. sejumlah sekolahramai-ramai menggelar acara karnaval memperingati Hari Pahlawan.
Termasuk di SDN Sawunggaling 8, tempat anak saya sekolah. Sehari sebelum acara digelar, Madhan udah ribut pengen cari bambu runcing. Untung saja, temennya Madhan, si Ichank punya bambu sisa Agustusan kemarin. Akhirnya…inilah tongkrongan si Respati Ramadhan Agsa…..
Bukan hanya bocah SD saja yang sibuk memperingati hari Pahlawan, tapi para pejabat politik pun tak ketinggalan
foto : detiksurabaya
memanfaatkan momen ini, termasuk Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf dan Wakil Walikota Surabaya Arif Affandi.
Tentu, ada perbedaan mendasar antara bocah SD dan bapak-bapak pejabat politik tadi dalam memperingati Hari Pahlawan.
Kalau buat Madhan dan teman-temannya, peringatan hari Pahlawan ini dimaknai sangat sederhana menurut logika bocah. Haqqul yaqin mereka memperingatinya tanpa tendensi apapun, tapi mungkin juga mereka memperingatinya karena disuruh oleh gurunya?????
Lalu, apa ya makna hari pahlawan buat bapak pejabat politik itu?
Eh…Kok gitu sih…
Alat pengukur pemakaian arus listrik milik PLN (meteran listrik) ini bisa menempel di sebuah pohon Sono yang masih hidup di kawasan Surabaya Selatan. lanjut
Masih berkaitan dengan HUT Surabaya ke-716, foto-foto seputar aktivitas yang ada di sepanjang sungai ini setidaknya mengurangi polusi pemandangan yang terjadi sehari-hari di kota debu ini. Lumayan buat seger-segeran. lanjut
Berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membuat website? Jangan dulu berpikir mahal. Sebab, dengan hanya bermodal Rp 500 ribu website yang kita inginkan sudah bisa online. Nominal itu sudah termasuk ongkos jasa membuat page dan tampilan. lanjut
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Demi bulan apabila mengiringinya,
Demi siang apabila menampakkannya,
Demi malam apabila menutupinya
Demi langit serta pembinaannya,
Demi bumi serta penghamparannya,
Demi jiwa serta penyempurnaannya lanjut
Bulan November, sepertinya bulan yang paling diingat warga Surabaya, bahkan mungkin juga mengalahkan bulan Mei, bulan dimana HUT Kota Surabaya ini dirayakan. Pada November, ada peristiwa heroik pertempuran 10 November, di dalam peristiwa itu yang menjadi tokoh arek Suroboyo adalah Bung Tomo, yang baru setahun ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah RI.
Untuk mengenang heroisme arek-arek Suroboyo melawan penjajah itu, berdirilah nama sebuah stadion Gelora 10 November (tapi aneh, orang Surabaya terbiasa menyebut gelora Tambaksari!!!!!). Tapi, kalau bulan November seperti ini, pasti yang teringat adalah Hari Pahlawan, yang pasti dingat Surabaya adalah Kota Pahlawan, dan tidak lupa Bung Tomo.
Biasanya, warga Surabaya akrab dipanggil Cak atau Rek, tapi Bung tomo tidak. Ia lebih dikenal dengan sebutan Bung. Untuk melengkapi tulisan ini, saya mengutip artikel di Harian Surya, tempat saya pernah bekerja dulu.
Sutomo lahir di Surabaya, 3 Oktober 1920. Ia melewati masa kecil hingga dewasa di Surabaya. Arek Suroboyo asli. Tapi, nama masyhurnya bukan Cak Tomo, melainkan Bung Tomo. Inilah biodata singkat Cak, eh, Bung Tomo.
Masa remaja:
1. Anggota Gerakan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) Lulus Ujian Pandu Kelas I (yang pertama di Jawa Timur dan kedua untuk seluruh Indonesia), di Indonesia waktu itu hanya ada tiga pandu kelas satu.
2. Sekretaris Parindra ranting anak cabang di tembok duku, Surabaya sekitar tabun 1937.
3. Ketua ke1ompok sandiwara Pemuda Indonesia raya di Surabaya, mementaskan cerita-cerita perjuangan tahun 1939 sampai balatentara Jepang datang.
Masa Pemuda:
1. Wartawan free lance pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya 1937.
2. Wartawan dan penulis pojok harian berbahasa Jawa, Ekspres di Surabaya 1939.
3. Redaktur Mingguan Pembela Rakyat, di Surabaya 1938.
4. Pembantu koresponden untuk Surabaya, Majalah Poestaka Timoer Jogjakarta, sebelum perang di bawah asuhan almarhum Anjar Asmara.
5. Wakil pemimpin redaksi kantor berita pendudukan Jepang Domei bagian Bahasa Indonesia, untuk seluruh Jawa Timur di Surabaya 1942-1945. Dan memberitakan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dalam tulisan bahasa Jawa, bersama wartawan senior Romo Bintarti (untuk menghindari sensor balatentara Jepang).
6. Pemimpin Redaksi Kantor Berita Indonesia Antara di Surabaya 1945.
Masa Revolusi Fisik 1945-1949:
1. Ketua umum/pucuk pimpinan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) dengan cabangnya di seluruh Indonesia. BPRI mendidik, melatih dan mengirimkan kesatuan-kesatuan bersenjata ke seluruh wilayah tanah air. Setiap malam mengucapkan pidato dari Radio BPRI untuk mengobarkan semangat perjuangan yang selalu di relai oleh RRI di seluruh wilayah Indonesia (1945-1949). Sebagai pimpinan BPRI sejak 12 Oktober 1945 sampai Juni 1947 (sampai dilebur didalam Tentara Nasional Indonesia).
2. Anggota Dewan Penasehat Panglima Besar Jenderal Sudirman.
3. Ketua Badan Koordinasi Produksi Senjata Seluruh Jawa dan Madura.
4. Dilantik oleh Presiden Soekarno sebagai anggota pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia, bersama Jenderal Sudinnan, Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo, Komodor Soerjadarma, Laksamana Nazir dan sebagainya, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI AD, dengan tugas koordinator AD, AL, AU di bidang informasi dan perlengkapan perang.
5. Anggota Staf Gabungan Angkatan Perang RI.
6. Ketua Panitia Angkutan Darat (membawahi bidang kereta api, bis antar kota dan sebagainya, dengan tugas mengkoordinasikan semua alat angkutan darat di wilayah RI) dan bertanggung jawab langsung kepada Panglima Besar TNI.
7. Membuat siaran pengumuman panggilan masuk kemiliteran RI yang pertama.
Sumber: Bung Tomo Suamiku, Jakarta (Pustaka Sinar Harapan, 1995)
Trio Mark Elliot Zuckerberg, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes mungkin tak menyangka jika situs jejaring sosial yang dirancangnya ‘Facebook’ banyak memakan korban, baik itu korban luka beret, lecet, luka ringan, sakit hati hingga korban jiwa. lanjut
Lebaran adalah ketupat, opor ayam dan sirup yang menyelingi di sela-sela obrolan dalam kunjungan. Orang menyebutnya silaturahim, meski dengan keakraban yang terasa berlebih. Namun sebelum menikmati itu, orang-orang menjalani waktu, menit, jarak dalam ritus sosial yang sering disebut mudik. lanjut
Bulan November, sepertinya bulan yang paling diingat warga Surabaya, bahkan mungkin juga mengalahkan bulan Mei, bulan dimana HUT Kota Surabaya ini dirayakan. Pada November, ada peristiwa heroik pertempuran 10 November, di dalam peristiwa itu yang menjadi tokoh arek Suroboyo adalah Bung Tomo, yang baru setahun ini dianugerahi gelar pahlawan ...