Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata “kerja” adalah sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah. Penafsiran saya, kerja adalah melakukan sesuatu yang bisa menghasilkan uang, apapun bentuk yang dilakukan, dimanapun dilakukan dan berapapun hasilnya, bahkan tak penting pula berapa waktu yang telah dilakukan, asalkan bisa menghasilkan uang. Itulah kerja! (versi saya).
Masing-masing orang punya cara sendiri-sendiri dalam bekerja. Masing-masing orang juga punya standar sendiri, berapa pendapatan yang dibutuhkan.
Saya sendiri memutuskan kerja di rumah sejak Oktober 2008 setelah melalui berbagai pertimbangan. Sebelumnya saya kerja di Detik Surabaya, anak perusahaan Detik.com. Sebelumnya lagi di situs berita Jawa Timur beritajatim.com, beritasurabaya.com (almarhum), Harian Sore Surabaya Post, Harian Pagi Duta Masyarakat, Harian Pagi Surya dan Harian sore beritasore (almarhum).
Profesi sebagai jurnalis membawa konsekuensi waktu bagi keluarga. Kerap pulang larut malam padahal berangkatnya pagi. Ketemu ANIS (anak dan istri) sekira pukul 23.00-10.00. Saya enjoy karena memang saya suka dengan pekerjaan saya, Anis tidak karena durasi pertemuan yang singkat. Akhirnya, saya putuskan kerja sendiri, rumah saya jadikan kantor saya.
Banyak teman maupun rekan kerja saya heran dengan keputusan saya. “Kok berani!!!” Saya berani karena saya punya Tuhan. Tuhan saya Allah, maha segalanya. Maha, maha….
Mengutip sebuah puisi Hasan Al Bashri pada jaman Rasullallah Nabi Muhammad masih hidup :
Aku tahu rezekiku tak mungkin diambil orang lain
karenanya hatiku tenang
Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
maka,aku sibukkan diriku dengan bekerja dan beramal
Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
Aku tahu kematian menantiku
Maka, kusiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabb-ku
Sekarang, setelah hampir setahun kerja di rumah, istri dan anak saya mulai tenang. Waktu lebih banyak untuk keluarga, pendapatan (halal) juga tak kalah jauh jika gabung dengan perusahaan. Butuh kreatif mencari peluang, butuh keberanian.
