Surabaya – Aneh bisa muncul karena kita tidak biasa melihat atau mendengar. Aneh bermakna idem dito dengan ajaib, anehjuga masih sedhuluran sama si ganjil. Istilah kerennya ‘Sesuatu yang tak biasa’.
Aneh pula ketika Suwaji (58) dan Suwarni (36) menemukan sebuah ikan berkepala buaya di Sungai Jagir sisi Timur. Selain pernah membuat penemunya kesurupan, ikan yang dianggap warga aneh ini juga kebal pisau.
Ikan bernama latin Lepisus Peus ini memiliki habitat di sungai-sungai besar di Amerika Tengah dan Selatan itu kemudian menjadi bahan penelitian Dr Sulistiono, pakar pertanian dan perikanan Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan (FIPIK) IPB.
Ikan berkepala buaya ini diakui Sulistiono tergolong omnivora, cenderung karnivora. Dia banyak memakan ikan-ikan lain. Oleh karena itu sangat berbahaya bagi anak-anak kecil.
Bahkan tak hanya sampai di situ saja, telur ikan ini juga beracun. Bahkan, jika terkena pada kulit, mungkin akan gatal-gatal, dan bila dikonsumsi bisa mengakibakan kejang-kejang.
Ikan ini biasanya bertelur sekitar bulan April – Juni. Ikan langka di Indonesia ini bisa mencapai ukuran 1,5 – 1,8 m dan berbobot 70 kg lebih.
Tidak hanya itu, ikan berkepala buaya dengan ukuran yang besar ini bisa membahayakan. Ikan tersebut diyakini bisa menghabisi ikan-ikan yang ada di sungai.
Ternyata, peneliti Kanada pernah meneliti mengenai ikan berkepala buaya. Ikan jenis ini diduga kuat merupakan ikan purba karena memiliki beberapa karakteristik.
Karateristik yang paling kuat adalah ikan ini memilik 2 pasang sirip yang diduga sebagai hasil evolusi. Selain itu rahang kuat yang dipunyai oleh ikan berkepala buaya mirip dengan rahang buaya yang hidup di darat.
Penelitian ilmuwan itu diumumkan dalam jurnal ilmiah pada tahun 2006 lalu dan disempurnakan pada Juni 2009. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa ikan yang memiliki dua pasang sirip itu disebut sebagai Tiktaalik, seekor ikan purba yang diperkirakan sudah punah ratusan tahun lalu.
Ikan berkepala buaya ini juga memiliki insang yang tidak biasa mirip dengan ikan. Sehingga ikan ini bisa bertahan hidup dalam perairan dangkal dan sering menunjukkan dirinya di permukaan air. Keunikan itu pula yang kemudian menyimpulkan bahwa ikan ini merupakan jenis ikan hasil evolusi antara ikan dan makhluk hidup berkaki
empat lainnya seperti dinosaurus, burung dan mamalia.
Beberapa bulan sebelumnya, detiksurabaya juga pernah memberitakan sesuatu yang aneh. Seekor kupu-kupu yang diduga kupu-kupu pesugihan.
Kupu-kupu tersebut ditemukan oleh salah seorang warga Jalan Kembang Turi Gg II Tambakasri, Surabaya bernama Abu Hanifah di kotak sumbangan pengantin di rumah seorang warga Minggu (2/8/2009) lalu.
Kupu-kupu itu mempunyai panjang 10 cm, warnanya cokelat hitam keabu-abuan, serta di punggungnya ada bulat berbentuk wajah manusia. Abu Hanifah menangkap kupu-kupu jadi-jadian itu karena beberapa bulan terakhir warga sekitar sering kehilangan uang. (sumber : detiksurabaya)
Powered By Wordpress Tabs Slides